Senin, 31 Januari 2011

Tahun Hutan, Indonesia Sorot Isu Emisi Karbon


Hingga 2013, APP akan mengembangkan konservasi karbon baru dan melindungi satwa liar.
Hutan (mangabay.com)

VIVAnews - Asia Pulp and Paper Group (APP), salah satu produsen kertas terbesar di dunia, mengumumkan serangkaian kegiatan sosial dan lingkungan untuk memulai Tahun Hutan PBB (United Nation’s Year of the Forest). Kegiatan ini menandai dukungan perusahaan terhadap moratorium Indonesia akan konversi hutan baru selama dua tahun.

Komitmen Indonesia dalam penerapan REDD (Reducing Deforestation and Forest Degradation) akan diwujudkan dengan pengangguhan terhadap pemberian ijin baru untuk pengelolaan hutan dan areal gambut.

"Penangguhan ini menjadi kesempatan penting bagi industri kehutanan dan para pemangku kepentingan untuk memperbaiki perencanaan lahan dan penerapan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan secara nasional," tulis APP dalam keterangan resminya, Jumat 28 Januari 2011.

Selama kurun waktu tersebut, APP, yang berkantor pusat di Jakarta, akan menjalankan serangkaian aktivitas dan program yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan kehutanan secara nasional.

Adapun program-program yang direncanakan selama dua tahun ke depan meliputi:
- Kajian independen tentang dampak pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan emisi gas rumah kaca di semua jenis tanah
- Memperluas wilayah konservasi yang utama termasuk menciptakan koridor-koridor yang bermanfaat untuk satwa liar
- Program penelitian dan percontohan yang berkaitan dengan perlindungan spesies yang terancam punah di Indonesia seperti Harimau Sumatra, Badak Jawa and Orangutan
- Sebuah program percontohan untuk membangun bio-village di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu, Propinsi Riau
- Mengembangkan berbagai model konservasi karbon di Cagar Karbon Kampar, yang merupakan proyek REDD+ di konsesi HTI yang pertama di dunia
- Mengembangkan perumahan ramah lingkungan bersama Habitat for Humanity Indonesia untuk masyarakat miskin di Jawa Tengah
- Perluasan dari program-program sertifikasi legalitas, lacak balak (Chain of Custody) dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan guna mencapai visi di tahun 2020
- Serta komitmen APP dan para pemasok bahan baku kayunya untuk menanam 1 juta pohon per hari sebagai bagian dari program penghutanan.

"Pengurangan emisi karbon dan pelestarian karbon berharga merupakan satu hal yang akan kami fokuskan dalam dua tahun ke depan," kata Aida Greenbury, managing director APP.

Saat ini, sedang dilakukan riset kelompok peneliti dari pihak akademis untuk menganalisa dan membuat perhitungan secara akurat stok karbon dalam pengembangan HTI, yang ditekankan pada penilaian emisi karbon di semua jenis tanah.

Kegiatan ini akan menjadi proyek penelitian independen pertama yang dilakukan di HTI Indonesia yang meliputi analisa terhadap seluruh jenis tanah selama satu tahun penuh di segala musim.

Analisa ini akan mengukur emisi gas rumah kaca (CO2 dan CO4) dan hilangnya bahan-bahan organik di hutan dataran rendah dan dataran tinggi di dekatnya yang berada di area hutan gambut yang alami dan yang terdegradasi selama setahun.

Saat ini, peralatan penelitian tengah dipasang di dalam dan di sekitar konsesi yang dikelola oleh pemasok bahan baku kayu APP di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
• VIVAnews

Kamis, 27 Januari 2011

Visit Banda Aceh Year Sabtu, Kutaraja Art Carnival Digelar


SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Penari menampilkan tari ranup lampuan ketika menyambut kedatangan wisatawan dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey asal Miami Amerika Serikat, yang tiba di Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (10/1/2011). Tari ranup lampuan merupakan tarian khas untuk menyambut dan menghormati setiap tamu yang datang ke Aceh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh akan menggelar pawai budaya bertajuk Kutaraja Art Carnival atau pawai budaya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi di Banda Aceh, Kamis (27/1/2011) mengatakan, pagelaran pawai budaya itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut Visit Banda Aceh Year 2011.

"Pawai budaya ini akan diramaikan ratusan pelaku seni yang tergabung dalam sejumlah sanggar, para 'geuchik' (kepala desa), pejabat dan masyarakat umum. Pawai ini digelar Sabtu (29/1/2011)," katanya.

Ia mengatakan, peserta pawai budaya ini akan menampilkan berbagai atraksi, seperti tarian, musik khas Aceh hingga penampilan kesenian debus. "Sedikitnya, 30 sanggar yang ada di Kota Banda Aceh sudah memastikan keikutsertaannya. Mereka antusias menyambut Kutaraja Art Carnival ini," katanya.

Kutaraja Art Carnival akan mengambil rute dari lapangan Blang Padang, menuju ruas jalan depan pendapa Gubernur Aceh hingga sisi selatan Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya peserta pawai melintas di ruas jalan depan Balai Kota Banda Aceh dan berakhir di Taman Sari. Di depan kantor wali kota ini mereka diwajibkan beratraksi.

Peserta pawai budaya ini akan dinilai oleh tim juri yang khusus didatangkan dari Jakarta. Penilaian ini dilakukan untuk menentukan juara pawai budaya. "Total hadiah yang diberikan kepada peserta terbaik mencapai Rp 38 juta dengan rincian juara pertama mendapat Rp 5 juta, kedua Rp 3 juta dan ketiga Rp 2 juta," sebutnya.

Selain itu, lanjut Reza, hadiah juga diberikan kepada peserta terbaik keempat hingga 10 dengan hadiah Rp 1,5 juta dan lima juara favorit masing-masing Rp 1 juta. "Kutaraja Art Carvinal ini merupakan kegiatan pembuka Visit Banda Aceh Year 2011. Pawai budaya ini menandakan kesiapan masyarakat menyambut wisatawan dalam dan luar negeri," tambah Reza Fahlevi.

umber: kompas.com

Sumatera Selatan, Heboh Cacing Naga Sepanjang 2,5 Meter

Sriwijaya Post/Zaini_Cacing sepanjang 2,5 meter ditemukan di Banyuasin, Sumatera Selatan.

BANYUASIN, Warga di kawasan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan penemuan cacing nipah sepanjang 2,5 meter. Uniknya lagi, cacing itu punya dua taring besar di kepala.

Karena bentuknya yang unik, warga sekitar menyebut hewan melata itu sebagai cacing naga. Badan cacing naga seukuran jari warna merah ini, sedikit mirip lipan yang punya banyak kaki di sepanjang bagian bawah tubuh. Namun, terlihat dan terasa lebih lunak khas hewan mollusca.

Cacing ini ditemukan oleh Timan. War (26), putra Timan, mengatakan, cacing tersebut ditangkap dengan menggunakan besi yang dibentuk seperti garpu. "Saya tidak ikut karena takut," kata War, Kamis (27/1/2011).

Timan yang sehari-hari bekerja sebagai pencari cacing tak menyangka mendapat cacing naga sepanjang 2,5 meter.

Rosinta, mahasiswi pascasarjana Universitas Sriwijaya, Palembang yang sedang melakukan survei untuk thesis kajian lingkungan di pelabuhan fery/kargo Tanjung Api-api kaget melihat cacing ini. "Saya baru lihat ada cacing panjang seperti itu," kata Rosinta.

Sumber :tribunnews

Demi Komodo, Pertambangan Dihentikan

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Satwa endemik Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (29/11/2010). Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghentikan semua aktivitas pertambangan di daerahnya untuk melindungi lingkungan terutama Komodo yang menjadi salah satu The New Seven Wonders of Nature.

"Kami bukan menolak undang-undang pertambangan, tapi karena kami memperhatikan masalah lingkungan hidup dan juga kedaulatan rakyat," kata Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula di Jakarta, Kamis (27/1/2011).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik mengenai persetujuan (veto) rakyat atas wilayah pertambangan sebagai hak konstitusi dan cara menghindarkan kriminalisasi dari usaha pertambangan yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Manggarai Barat mempunyai potensi wisata dengan objek utama Komodo (Varanus komodoensis), Taman Nasional Komodo (TNK) dengan biodiversiti terumbu karang, istana ular, Gua Batu Cermin dan objek wisata lainnya.

Sejak 2008-2010 Pemkab Manggarai Barat telah menerbitkan sembilan Kuasa Pertambangan/Izin Usaha Pertambangan. Namun sejak pemerintahan Bupati Agustinus Ch Dula kebijakan pertambangan memperhatikan keterkaitan tambang dengan aspek-aspek lainnya seperti tata ruang, kepariwisataan, kawasan lindung dan persepsi masyarakat.

Di Manggarai Barat saat ini masih ada aktivitas tambang emas di Batu Gosok yang berbatasan dengan TNK. Terdapat beberapa isu penting terkait masalah sosial untuk kegiatan eksplorasi di Manggarai Barat, khususnya Batu Gosok.

Kawasan Batu Gosok dalam Perda Nomor 30/2005 diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata komersial. Selain itu kawasan Batu Gosok merupakan daerah pesisir pantai yang memiliki ekosistem mangrove, padang lamun dan ekosistem terumbu karang serta memiliki flora dan fauna alam liar seperti monyet dan rusa timor.

Sejak Mei 2009, investor mulai melakukan aktivitas eksplorasi yang banyak menimbulkan aksi protes dan unjuk rasa serta masalah sosial lainnya seperti sengketa tanah antara pemerintah dan masyarakat. Timbul keresahan para pelaku industri pariwisata di tengah upaya masyarakat Indonesia dan dunia melalui Vote Komodo.

Aktivitas pertambangan di Batu Gosok berpotensi menimbulkan dampak penting negatif terhadap lingkungan hidup. Misalnya jika limbah tambang dibuang ke laut dikhawatirkan akan mengganggu bahkan merusak ekosistem perairan.

Agustinus mengatakan, sejak dilantik sebagai bupati pada 2010, langkah utama yang dilakukan adalah berdiskusi dengan semua pihak, sosialisasi terhadap kebijakan pertambangan dan meninjau kembali izin pertambangan yang telah diterbitkan serta mempelajari berbagai berbagai aturan perundangan yang berlaku.

"Setelah mendengar masukan dan desakan dari beberapa pihak terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat, Pemda Manggarai Barat menempuh kebijakan untuk menghentikan sementara berbagai kegiatan pertambangan," kata Agustinus.

Sumber :antara

Selasa, 25 Januari 2011

Gempa di Anak Krakatau tak dapat dipantau

Pos Pemantau di Desa Pasuruan, Cinangka, Serang, saat ini tidak dapat memonitor gempa yang terjadi terkait dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Padahal aktivitas gempa sedang tinggi.

Pos Pemantau tidak mampu memantau karena seismograf di pos pemantau tidak mendapatkan sinyal dari seismometer yang ada di GAK. Kejadian ini sudah berlangsung selama satu bulan, menurut Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasuruan Anton S. Pambudi. "Kami belum memastikan apakah seismometer di GAK itu mengalamai kerusakan atau tidak," ujarnya.

Seismometer pernah tidak berfungsi akibat panel suryanya tidak berfungsi. Tetapi, setelah beberapa hari, seismometer kembali mengirimkan sinyalnya. "Kemungkinan saat itu panel surya tertutup debu material vulknaik letusan GAK, tetapi yang sekarang ini kami tidak bisa mempredikisi, dan untuk mengetahui itu semua harus mendatangi ke lokasi," katanya.

Sementara Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum berani mendekat ke GAK karena guncangan gempa tidak mengalami penurunan. "Batu dan kerikilnya masih keluar dari gunung tersebut, dan suhu dari material itu lebih dari 600 derajat selcius," ujarnya.

Hari ini GAK mengeluarkan asap setinggi 1 kilometer. "Lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya," kata Anton, Selasa (25/1). Asap yang menjulan itu, seperti dijelaskan oleh Anton, adalah gempa dan hembusan yang dikeluarkan dari perut gunung.(Benny N Joewono)
Sumber: kompas.com

Senin, 24 Januari 2011

Tim Matihala berencana taklukan 2 puncak tertinggi yang tersisa

Sofyan Arief Fesa

Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) Universitas Parahyangan telah berhasil mendaki lima dari tujuh puncak tertinggi di dunia. Tinggal dua puncak lagi yang harus diselesaikan: Puncak Denali di Alaska dan Puncak Everest di Nepal.

Menurut rencana, ekspedisi akan dilanjutkan Maret 2011. Tim ISSEMU akan mendaki Puncak Everest di Nepal yang merupakan puncak tertinggi di dunia lebih dulu. Selanjutnya, puncak ke tujuh yang dituju adalah Puncak Denali, Alaska, Amerika Utara. Rangkaian ini diharapkan dapat selesai 2012.

Kelima puncak yang telah dicapai adalah Carstensz Pyramid (Indonesia) pada Februari 2009, Kilimanjaro (Kenya) pada Agustus 2010, Elbrus (Rusia) pada Agustus 2010, Vinson (Antartika) pada Desember, dan Aconcagua (Argentina) pada Januari 2011. Pendakian ke Mt Vinson di Antartika merupakan prestasi tersendiri karena untuk pertama kalinya dilakukan orang Indonesia.

"Pencapaian puncak keempat, Mt Vinson di Benua Antartika ini, merupakan suatu bentuk dedikasi dari kami (Mahitala Unpar) kepada bangsa Indonesia karena merupakan pendakian yang pertama kalinya dilakukan oleh putra bangsa," kata Ketua Tim ISSEMU Sofyan Arief Fesa dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/1/2011).

Tim ISSEMU terdiri dari Sofyan Arief Fesa (27), Xaverius Frans (23), Broery Andrew (21), Janatan Ginting (21). Pada pendakian di Aconcagua, Max Agung Pribadi dari media Warta Kota ikut serta. (Laras Pratiwi)

Sumber: kompas.com

Alamat Internet segera habis

Alex Pangestu/NGI

Alamat Internet akan habis dalam beberapa minggu, menurut salah satu penemu Internet hari Jumat lalu.Alamat Internet yang dimaksud adalah alamat protokol Internet (IP address). Vint Cerf, yang turut mendesain alamat protokol Internet tersebut, mengatakan kalau Internet saat ini hanya dapat menampung 4,3 miliar alamat. Cerf menyebutkan kalau alamat ini akan terpakai seluruhnya dalam beberapa minggu ke depan.

Cerf mengakui kalau pada saat mendesain alamat internet protokol, ia tidak menyangka jumlah 4,3 miliar tidak cukup. "Ini 'kesalahan' kami, para pendesain. Kami pikir Internet adalah sebuah eksperimen dan untuk eksperimen kami kira jumlah 4,3 miliar saja sudah cukup." kata Cerf yang juga wakil presiden Google dalam sebuah wawancara.

Cerf membuat protokol IPv4, versi protokol yang sekarang ini menghubungkan komputer-komputer ke Internet di seluruh dunia, pada tahun 1977 sebagai bagian dari sebuah eksperimen saat bekerja untuk Department of Defense. Pada tahun 1981, IPv4 beroprasi penuh.

Alamat protokol Internet berupa urutan angka-angka. Angka-angka itu unik pada setiap komputer atau perangkat lain--termasuk ponsel dan perangkat bergerak lainnya--yang terhubung ke internet. Peningkatan jumlah perangkat yang terhubung ke Internet inilah yang menyebabkan percepatan habisnya alamat protokol. Bukan hanya komputer dan ponsel, televisi yang terhubung ke Internet pun mulai tersedia di beberapa negara.

Alamat protokol Internet ini berbeda dengan alamat situs web. Alamat situs web dikenal dengan "nama domain".

Untuk mengatasi krisis ini, protokol baru IPv6 sedang dipersiapkan. Alamat IP baru ini dapat menciptakan triliunan alamat internet. Saat ini, IPv6 sudah dapat bekerja di semua sistem operasi besar meskipun belum seluas IPv4.

(Sumber: Discovery News)